Rumania Sedang Marak Pekerjaan Camgirl

Di negeri Eropa Timur ini, beberapa ribu perempuan mengadegankan diri secara sensual ke seluruh dunia melalui webcam. Dan mereka beroleh gaji tinggi, di tengah-tengah ambruknya ekonomi negeri.

Miss Cartoon Voyeurism | Surian Soosay via Flickr CC License by

Miss Cartoon Voyeurism | Surian Soosay via Flickr CC License by

Rumania kini menjadi seakan menjadi pusat camporn, sektor pornografi khusus yang berlaba dan tengah membubung aroma bisnisnya. BBC pun blusukan hingga ruang dalam Studio 20, perusahaan terbesar camporn di dunia, yang mangkal di bilangan Bucarest. Perusahaan ini menawarkan pertunjykan sensual melalui webcam 24 x 24 jam, 7 x 7 hari bagi pelanggannya di Eropa Barat dan Amerika Utara.

Di Studio 20 itu, tidak kurang erdapat 40 ruangan berdekorasi mewah yang dilengkapi dengan layar-layar televisi dan kamera-kamera hi-tech. Ketika sebuah pintu ditutup, itu artinya di ruangan itu ada seorang perempuan, tengah chatting dengan pelanggan. Sejauh bahwa perempuan itu sendiri, maka bisnisnya disebut legal.

Pertunjukan Studio 20 ditayangkan  di internet lewat Live Jasmin, provider camporn dunia. Pelanggan perusahaan ini antara 35 sampai dengan 40 juta di seluruh dunia, setiap harinya.

Tidak ada kontak fisik

Dengan bekerja 8 jam sehari sebagai camgirl, Lana—seorang perempuan yang berijazah perguruan tinggi dan sebelumnya bekerja di sektor properti—meraup pendapatan 4000 euro per bulan. Itu senilai 10 kali lipat UMR Rumania. Tetapi di balik gaji tinggi itu, LiveJasmin meraup dua kali lipat.

Para perempuan muda yang berkerja di Studio 20 tidak lagi mendapatkan ‘royalti’ setelah ‘show’ dan pelanggan bisa menyimpannya.

Aku memburu para pelanggan yang tertarik untuk sesi pribadi berbayar dan aku tidak mau menghabiskan waktuku dengan pertunjukan untuk umum dan gratis,” ungkap Lana.”Saya lebih sering menerima obrolan. Kadang bermain game, sesekali melepas semua busana dan berpura-pura masturbasi.”

Lantaran para perempuan muda itu memiliki pelanggan dari Amerika Utara, Studio 20 menyediakan seorang guru bahasa Inggris, mengajari kata-kata Inggris sensual agar obrolan jadi intim, dan terutama agar para pelanggan tetap terkoneksi dan membayar.

Sandy Bell bekerja sebagai camgirl dari rumahnya. Dia mendapatkan upah 100 euro per hari dan meyakini pekerjaan ini tidak berbahaya buatnya:

Sebagian besar orangnya baik-baik kok, mereka tidak gila. Mereka tidak bisa menyentuh kita. Jika dia mulai kasar atau memaki-maki, aku cukup mematikan koneksi dan melapor ke provider agar pelanggan itu diblokir.”

Situasi genting

Meski sejumlah pekerja di Studio 20 merasa puas, BBC mendapati bahwa, berdasarkan saksi seorang feminis, Irina Illisei, yang menuduh industri itu memanfaatkan kegentingan kaum muda Rumania. Dia menyebutkan gadis-gadis muda itu bekerja karena terpaksa dan secara psikologis dimanipulasi atau karena mereka kekurangan duit. Dia menunjuk adanya iklan tawaran menjadi camgirl di kampus-kampus.

Bagi Irina Illisei, UMR yang bergitu rendah, 480 euro, dan membuat 30% perempuan yang selepas kuliah susah mendapatkan pekerjaan adalah faktor yang memperparah posisi kaum perempuan dengan memilih asal kerja dan asal gaji tinggi.

You may also like ...