Mengapa Amerika Tetap Berkeras Untuk Menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki?

Pada bulan Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di Jepang dengan waktu interval tiga hari.. [+] (AFP PHOTO / Hiroshima MUSEUM

Sekitar  70 tahun lalu , Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Sebuah solusi radikal untuk mengakhiri Perang Dunia Kedua … Satu-satunya?

Pada 6 dan 9 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki adalah target dari dua bom nuklir pertama dalam  sejarah. Di seluruh dunia, dicekam rasa ingin tahu untuk akibat penggunaan bom menakutkan ini . Lebih dari 200.000 orang tewas dan penyakit serius menyerang warga yang selamat, di bulan-bulan berikutnya, pertanyaan pun muncul mengapa harus menempuh cara ini padahal musuh sudah babak belur. Apakah pembuat keputusan Amerika menyadari akan akibat dari perang yang merusak moral ini?

Setelah tes yang sukses bom pertama 16 Juli 1945, Presiden Truman tidak berpikir  untuk menunggu analisis dari akibat radioaktif. Namun kawanan memamah biak di dekat lokasi uji coba itu mengalami kerontokan bulu dan jatuh sakit. Apakah untuk menjatuhkan moral sebuah pasukan harus menghancurkan kota yang dihuni oleh warga sipil? Bukan Jerman dan Jepang sedang mengalami masa-masa kejatuhan?

Tidak adanya protes atau kritik di tubuh pemerintah Amerika membuat semuanya mulus berjalan, meski harus dipertanyakan apakah penggunaan bom atom melanggar hukum perang? Tetapi, pada 25 Juli Truman menulis bahwa bom atom dijatuhkan di Jepang tujuannya hanya militer.

Sejarawan Nicolas Bernard mengatakan:

Orang mungkin bertanya mengapa pembuat kebijakan AS tidak berusaha untuk menghindari penggunaan bom atom, sementara pilihan lain ada. Tapi Amerika Serikat, penduduknya sudah lelah perang, akhirnya bisa memenangkan perang di Eropa.  Oleh karena itu Truman dimaksudkan untuk mendapatkan hasil  lebih cepat. Pendaratan pasukan di Jepang bisa menimbulkan kekhawatiran kerugian besar, bahkan jika strategi AS sebagian besar telah dinilai terlalu tinggi. Singkatnya, Amerika Serikat menggunakan bom karena hanya mereka yang bisa melakukan. “

Tim Enola Gay, yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima  6 Agustus 1945. (STF / AFP)

Unjuk kekuatan Paman Sam

Ada perdebatan tentang strategi untuk menentang Truman, bahkan Partai Republik berusaha untuk melunakkan persyaratan penyerahan tanpa syarat, yang lain mengusulkan untuk melibatkan Uni Soviet untuk memaksa Jepang ditekan habis, sementara paling radikal disarankan untuk menggunakan gas beracun . “

Tetapi segera pula bom menawarkan solusi lain yang radikal dan tampaknya, pertama kali dirasakan oleh satu-satunya kekuatan politik, termasuk Gedung Putih. Dalam buku hariannya, Truman mencatat pada 25 Juli:

Kami telah menemukan bom paling mengerikan dalam sejarah […]. Kami akan menggunakan melawan Jepang pada 10 Agustus. Hal ini tentunya merupakan hal yang baik bagi dunia bahwa kelompok Hitler atau Stalin belum mengembangkan bom atom. Tampaknya menjadi penemuan terburuk yang pernah dibuat, tetapi juga dapat menjadi paling berguna. “

Oppenheimer, bapak bom atom itu, bersama dengan eksekutif mengeluhkan kehancuran kota Jepang, yang semata menunjukkan kekuatan destruktif  Paman Sam. Tetapi awalnya, bahkan ada pembicaraan untuk menjatuhkan lima bom untuk menekuk Jepang menyerah.

Menghadapi kamikaze Jepang (yang semakin kurang efisien) dan  pemboman Jepang di sekitar Asia, maka “Senjata nuklir dianggap semacam bahan peledak besar, “kata Nicolas Bernard.” Setelah lama dipikirkan akan berperang melawan Uni Soviet, Truman akhirnya mampu mengakhiri permusuhan dengan dirinya sendiri. ” Dan, kebetulan, bom atom yang dahsyat itu menunjukkan kekuatan Amerika di hadapan Soviet.

Pemerintah Jepang, tentara dan kaisar menolak untuk takluk seperti pengecut, apalagi menyerah tanpa negosiasi. Jadi, Jepang memang bersiap untuk berperang di front Jepang melawan Amerika sampai titk darah penghabisan.

Tahun  1948, Hiroshima rata tanah oleh bom atom 6 Agustus 1945. (AFP files)

Jepang siap berkompromi

Intersepsi AS lewat telegram ke pemerintah Jepang dibalas oleh Kementerian Luar Negeri Jepang yakin bahwa memang “Tokyo mempelajari ultimatum sekutu” (AS, Inggris dan Cina), disampaikan 26 Juli selama konferensi Potsdam. Terlambat. Keputusan bom atom tidak bisa ditarik ulang.

Di sisi lain, sebenarnya Soviet sudah dalam masa perang dengan Jepang, diumumkan pada 8 Agustus 1945, namun Amerika tetap saja menjatuhkan bom, karena Stalin tidak menunjukkan kesediaan untuk menyerang Jepang dengan cepat. Amerika pun enggan menunggu.

You may also like ...