Mendapat Serangan Rasisme, 3 Muslimah Amerika itu Memaafkan Penyerangnya

Adegan islamofobia ini berlangsung di Amerika: seorang perempuan berkulit putih memaki-maki dengan keras tiga gadis muslimah Amerika keturunan Somalia. Untuk menolak perilaku kasar seperti itu, salah satu dari gadis muslimah itu, merekamnya dalam video. Tetapi, ketika video itu menjadi viral, berefek tak diduga: si penyerang verbal itu meminta maaf dan ketiga korban kekerasan verbal itu mau memaafkannya.

Dia punya pandangan buruk tentang Islam dan muslimah. Kami duduk dengannya dan berdiskusi tentang Islam. Dan Islam adalah pemaaf dan kami ingin memperlihatkannya itu. Dia itu orang baik dan kami tidak mau menghakiminya.”

Apa yang dikatakan oleh Sarah Hassan, 21 tahun, perekam video, terhadap tokoh utama videonya itu, Amber Elisabeth Hensley, yang setelah memaki-makinya, bertemu di sore harinya di kantor polisi  Fargo (DakotaUtara).  Hanya saja rekonsilias kedua perempuan itu tidak jelas.

Foto-foto warga Amerika yang berselisih paham (Facebook)

“F***ing muslims”

Kami akan membunuh kalian, kami semua akan membunuh kalian satu per satu, F***ing musulims; Pulang ke negeri kalian…Apa yang kalian lakukan di negeri kami? Aku orang Amerika, kalian bukan!” Amber Elizabeth Hensley sebenarnya telah memaki dan mengancam dengan dakwaan rasis terhadap Sarah Hassan, adiknya dan kawannya, ketiganya berjilbabm Selasa lalu, di tempat parkir supermarket Fargo. Amber menolak ketiganya memarkir kendaraan di dekat mobilnya.

Memang kemudian terdengar ketiga gadis muda itu menjawabnya bahwa Amber ‘gembrot’ dan mereka akan melaporkan video itu k polisi. Bahkan ketiga gadis itu mempostingnya ke Facebook, dan dalam waktu kurang dari 48 jam, langsung ditonton jutaan orang. Sarah Hassan berkata kepada media-media Amerika bahwa semua orang harus melihat apa yang dialami setiap hati oleh orang-orang sepertinya.

Perilaku yang bukan kristiani 

Hal inilah yang membuat Amber Elizabeth Hensley berpikir. Dalam akun Facebooknya, Rabu kemarin, yang kemudian dihapusnya, bahwa dia meminta maaf “untuk hal-hal yang mengerikan” yang disebutnya ‘bukan perilaku kristiani’.

Harus dipahami bahwa kekasaran yang muncul dari Amber Hensley  karena dia baru saja di-phk dari tempat kerjanya karena banyak keluhan yang dia ajukan ke bossnya.

Susah untuk menebak apakah Amber Hensley tulus meminta maaf, tetapi harus diakui bahwa awal rasisme dan islamofobia bisa berakhir dengan situasi  tersebut, ini jarang terjadi.

Foto Hukun Dabar.

Foto yang diunggah oleh seorang aktivis HAM atas kasus kekerasan verbal terhadap warga Amerika keturunan Somalia (Facebook)

Photo relayée par un acitiviste des droits des Américains d’origine somalienne, sur Facebook.

Di Facebook, kepala polisi Fargo menulis bahwa orang Amerika berasal dari berbagai bangsa, karena itu dia menghimbau agar menjalankan toleransi dan menandaskan komenter atau postingan di media sosial akan semakin menyebabkan perpecahan dan memperlambat masyarakat dari berbagai ras itu untuk bersatu.

Foto Fargo Police Department.

Foto yang diposting Polisi Fargo di Facebook (Facebook)

Tindakan dan kekerasan dalam wujud islamofobia memang sedang lagi deras-derasnya di Amerika. Menurut Hubungan Islam-Amerika kejahatan yang ditujukan kepada kaum muslim naik 584%. dari tahun 2014 sampai dengan 2016. Sedangkan tindakan kebencian terhadap muslim Amerika naik 91 %  pada paruh pertama 2017, dibandingkan 2016, tahun ini situasinya lebih buruk dari tahun sebelumnya.

You may also like ...