Lho, US Air Force Membeli Pesawat Bekas Dari Prancis?

Pasukan Amerika akan mandaurulang 63 pesawat Mirage F1 Prancis untuk dijadikan lawan tenpur para pilot F-35 US Air Force. LP / Philippe de Poulpiquet

Prancis bakal menjual 63 pesawat tempur jenis Mirage F1 kepada angkata udara Amerika untuk nilai kontrk 300 juta euro.

Ditarik dari skwadron pada tahun 2014 dan disandarkan di hangar pangkalan  Châteaudun (Eure-et-Loir), sekitar 63 Mirage F1 milik angkatan udara Prancis bakal dioperasikan lagi. Menurut informasi harian Les Echos, perusahaan Airborne Tactical Advantage Company (ATAC), anak perusahaan grup Textron, yang bakal membelinya senilai 300 juta dollar. Pesawat pemburu teknologi Prancis ini bakal dipakai buat misi-misi opersional sebagai target pesawat musuh ketika angkatan udara Amerika melatih para pilotnya untuk mengoperasikan pesawat pemburu baru mereka,  F-35.

Tentara Amerika melancarkan program mega-tawaran agar pilot-pilotnya bisa memenuhi jam terbang sebanyak 37.000 jam setahun selama 10 tahun guna pelatihan skwadronnya. Sejumlah perusahaan Amerika mencoba menjawab program itu dengan berburu pesawat pemburu di pasar internasional. Dilawankan dengan Mirage tua itu, ATAC berharap bisa menjual 5000-9000 jam terbang per tahun bagi pasukan angkatan udara Amerika.

Pesawat-pesawat rekondisi

Sebelum menjadi sasaran latihan sebagai pesawat lawan, 63 Mirage itu harus dikirimkan ke Belgia, di fabrikan pesawat Sabca, anak perusahaan Dassault Aviation. Kontrak yang ditetapkan bahwa semua operasi reparasi, perawatan kondisi operasi dan modernisasi peralatan elektronik akan dijamin oleh perusahaan Prancis selama 10-15 tahun.

“Penjualan ini memungkinkan pesawat-pesawat tua itu bisa bertahan hingga 15 tahun lagi, dengan meyakinkan bahwa logistik, dengan dukungan 6 juta suku cadang dan perawatannya, tetap dilakukan di Prancis,. Hal itu memungkinkan kas militer Prancis berisi pundi-pundi lagi dan memberikan pekerjaan di kalangan militer,” jelas  Pierre Duval chez Demeteris, wakil ATAC, arsitek solusi industri dan penanggung jawab eksekutif.

Dalam prinsipnya, kontrak akan dimulai pada 16 Agustus. Pengoperasian penerbangan Mirage F1 di langit Amerika harus dilakukan pada tahun 2018.

You may also like ...